Tech News

Game Reviews

Nasional

New Design

Recent Post

Minggu, 05 Maret 2017
Tak Terdengar Kabar Saat Kedatangan Raja Salman, Ternyata Wapres JK Sambut Kedatangan DR Zakir Naik

Tak Terdengar Kabar Saat Kedatangan Raja Salman, Ternyata Wapres JK Sambut Kedatangan DR Zakir Naik


MuslimCyber.id Bersamaan dengan kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Indonesia, Ulama terkenal asal India, DR Zakir Naik juga telah tiba di Indonesia.

Dai agama Islam internasional yang juga pakar kristologi dunia ini tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 18:15 WIB Rabu (1/3).

Sekjen Mualaf Center Indonesia, Hanny Kristianto yang merupakan salah seorang panitia kedatangan DR Zakir Naik menceritakan bahwa Wapres Jusuf Kalla yang tak terdengar kabarnya saat kedatangan Raja Salman ternyata telah bertemu dengan DR Zakir Naik.

Bismillah..

Selama ini umat Islam di Indonesia merindukan kedatangan beliau (DR Zakir Naik) untuk berdakwah di Indonesia..

Selama ini banyak yang bertanya pak Wakil Presiden RI - Jusuf Kalla kemana?

Beliau sehat-sehat dan baik-baik saja, cuma sedang sibuk menemani Dr Zakir Naik

Beliau adalah Tamu Bangsa Indonesia, baik secara khusus bagi umat Islam di Indonesia, maupun bagi seluruh bangsa Indonesia..

Sampai-sampai bu Mufidah Jusuf Kalla rela turun sendiri sibuk memasak buat menjamu tamu bangsa istimewa ini..

Ahlan wa sahlan Dokter Zakir Naik.. Ikhwah.. mari kita muliakan tamu kita..

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

Saudaraku, dengan kehadiran Dr Zakir Naik ini semoga bisa membawa suasana baru yg lebih sejuk, mengartikan dan meletakkan toleransi pada tempatnya untuk merekatkan kerukunan umat antar beragama.. Amin..

Allahu Akbar !!!

Hanny Kristianto ( BUKAN USTADZ )

***

DR Zakir Naik akan menjalankan Safari Dakwah Islam ‘Dr Zakir Naik Visit Indonesia 2017’ insya Allah akan dilaksanakan mulai tanggal 31 Maret sampai dengan 9 April 2017 mendatang.

Dr Zakir Naik direncanakan untuk melakukan dakwah di beberapa tempat, diantaranya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo.


[VIDEO] Anies Baswedan Marahi KOMPASTV Yang Tidak Fair

[VIDEO] Anies Baswedan Marahi KOMPASTV Yang Tidak Fair


MuslimCyber.id JAKARTA - Tadi malam, Sabtu (4/3/2017), KPU DKI Jakarta secara resmi melakukan launching Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta putaran kedua.

Acara yang digelar di Hotel Borobudur ini KPU DKI mengundang dua pasangan yang maju di putaran kedua Pilkada DKI 2017, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Acara peresmian launching dengan menekan tombol pertanda Pilgub putaran dua resmi dimulai hanya dilakukan oleh KPU dan pasangan Anies-Sandi, karena Ahok-Djarot protes dan keluar.

Namun KOMPAS TV memberitakan Ahok tidak ikut launching karena protes acaranya terlambat.

Anies yang disebut datang terlambat lantas marahi Kompas TV:

"Menurut saya KOMPAS TV harus lebih obyektif karena KOMPAS TV gak fair. KOMPAS memberitakan bahwa Anies-Sandi (datang) terlambat. Saya sampaikan disini itu tidak benar."

"Anda gak boleh mengabarkan seperti itu, jangan dong."

"Sebagai media yang sudah berusia panjang KOMPAS harus lebih bisa obyektif," tegas Anies Baswedan.

Berikut videonya Anies marahi KompasTV:

Pidato Pemenang Oscar 2017 Kutip Surat Al-Maidah Ayat 32

Pidato Pemenang Oscar 2017 Kutip Surat Al-Maidah Ayat 32


MuslimCyber.id Academy Award atau Piala Oscar 2017 yang digelar pada 26 Februari 2017 lalu, ada sejumlah momen menarik yang terjadi di acara itu. Satu diantaranya adalah saat pidato dari pemenang film dokumentasi terbaik, yakni film 'White Helmets' yang mengutip salah satu ayat Al-Quran.

Sang sutradara film, Orlanda Von Einsiedel, dan produser film, Joanna Natasegara naik ke panggung untuk menerima penghargaan tersebut.

Yang mengejutkan dalam pidato kemenangan yang disampaikan Orlanda Von Einsiedel adalah karena ia mengutip salah satu ayat Al-Quran di atas panggung, yakni surat Al Maidah ayat 32, yang dikatakannya menjadi pedoman dalam kerja.

"Our organization is guided by a verse from the Koran: ‘to save one life is to save all of humanity’," kata Von Einsiedel.

(“Kelompok kami bekerja berlandaskan sebuah ayat dari Al Quran: 'menyelamatkan satu nyawa berarti menyelamatkan seluruh umat manusia.”)

Kutipan yang dikatakan Von Einsiedel adalah potongan surat Al Maidah ayat 32.

Allah Subhanallahu wata’ala berfirman:

وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

"Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan satu orang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya." (QS Al-Maidah: 32) 

[videonya:]



Film berjudul White Helmets sendiri mengisahkan tentang dokumentasi perjuangan sebuah regu swadaya masyarakat di Suriah bernama Syria Civil Defence (SCD), atau yang lebih populer dengan nama White Helmets. Nama ini berdasarkan helm putih yang dipakai para sukarelawannya.

White helmets merupakan tim sukarelawan di Suriah yang bekerja untuk menyelamatkan masyarakat tak berdosa yang menjadi korban perang. Tim penyelamat ini dipimpin oleh seorang pria bernama Raed Al Saleh.

PECAAAH!! Gus Sholah Beri Isyarat OK OCE Khas Anies-Sandi, Media Sosial GEGER

PECAAAH!! Gus Sholah Beri Isyarat OK OCE Khas Anies-Sandi, Media Sosial GEGER


MuslimCyber.id Sebuah foto yang menampakkan keakraban KH. Salahuddin Wahid, cucu pendiri NU, sekaligus pengurus Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, dengan Hanafi Rais dan Mumtaz Rais, keduanya merupakan putra politisi PAN Amien Rais, serta Ketua MPR yang juga politisi PAN Zulkifli Hasan, menjadi viral di berbagai media sosial hari ini, Ahad 5 Maret 2017.

Foto ini segera menjadi viral karena dalam foto tersebut nampak keempat pria, termasuk Gus Sholah, panggilan akrab KH Salahuddin Wahid, memberi isyarat tangan yang menyerupai salam OK OCE, salam khas pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Foto ini pun segera diunggah oleh politisi Gerindra, Rachel Maryam melalui akun twitternya @cumarachel.

"Ini foto Oke Oce banget. Adeeem," kicau Rachel, Sabtu 4 Maret 2017.
Netizen lain pun meluapkan kegembiraanya melihat salam khas Anies-Sandi yang diisyaratkan oleh Gus Sholah.


Foto yang menjadi viral ini diunggah kemarin, Sabtu, 4 Maret 2017 saat Gus Sholah dan Zulkiflli Hasan menjadi saksi pernikahan Ahmad Baihaqy Rais, putra bungsu politisi Amien Rais di Masjid Kristal Khadija, Tajem, Maguoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Meski tak pernah secara eksplisit mendukung pasangan Anies-Sandi, namun Gus Sholah secara terbuka mengatakan bahwa keputusan muktamar NU mengenai memilih pemimpin muslim di daerah berwarga mayoritas muslim masih sangat relevan hingga saat ini.

Geger Foto Selfie Raja Salman, Koran Arab Memprotes Pemerintah Indonesia Karena Dianggap Kurang Tatakrama?

Geger Foto Selfie Raja Salman, Koran Arab Memprotes Pemerintah Indonesia Karena Dianggap Kurang Tatakrama?


MuslimCyber.id Kunjungan Raja Salman ke Indonesia memang cukup menyita perhatian publik.
Bahkan kedatangannya kali ini cukup ramai diperbincangkan.

Ternyata tidak hanya masyarakat Indonesia saja yang menyorot kunjungan Raja Salman.

Media Arab juga menyoroti kegiatan Raja Salman saat berada di Tanah Air.

Salah satunya adalah koran Okaz yang capturenya saat ini ramai menjadi perbincangan netizen tanah air.

Banyak terjemahan dan persepsi keliru yang beredar dimana disebut bahwa surat kabar berbahasa Arab tersebut memprotes sikap pemerintah Indonesia karena dianggap kurang memiliki tatakrama terhadap Raja Salman yang diajak selfie oleh Puan Maharani dan Megawati.

Setelah dikroscek langsung ke koran Okaz ternyata TIDAK ADA protas protes terkait kurang tatakrama itu.

Versi online koran Okaz dapat diakses salah satunya melalui situs pressreader.
https://www.pressreader.com/saudi-arabia/okaz/20170303/

PERHATIKAN JUDUL DAN SUB JUDUL:

Baris pertama (hitam):

دعا أمام البرلمان الإندونيسي لتنسيق المواقف و الجهود لمواجهة التطرف و الإرهاب

[Terjemahan] Di hadapan parlemen Indonesia, beliau (Raja Salman) mengajak untuk mengatur strategi (melakukan koordinasi) dan menggalang kekuatan dalam rangka menghadapi radikalisme dan terorisme.

Baris kedua (hitam-font besar):

ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺳﻠﻤﺎﻥ : ﺗﻮﺣﻴﺪ ﺍﻟﺼﻒ ﻟﺤﺴﻢ ﺍﻟﺘﺪﺧﻼﺕ ﻭﺻﺪﺍﻡ ﺍﻟﺜﻘﺎﻓﺎﺕ

[Terjemahan] Raja Salman: Satukan Barisan untuk Mengatasi -Berbagai Bentuk- Intervensi dan Benturan Kultur Budaya

Baris ke tiga (merah):

حذر من ظاهرة عدم احترام سيادة الدولة و التدخل في شؤونها الداخلية

[Terjemahan] Mewaspadai fenomena tidak adanya penghormatan terhadap kedaulatan negara dan intervensi terhadap urusan-urusan dalam negeri

***

Demikian penjelasan atas simpang siur yang beredar di sosial media. Semoga manfaat.


SAH! Putra Mbah Moen Dukung Anies-Sandi

SAH! Putra Mbah Moen Dukung Anies-Sandi


MuslimCyber.id Keluarga besar sesepuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Putra KH Maimun Zubair atau yang akrab dipanggil Mbah Moen, menyatakan dukungannya kapada pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno di putaran kedua Pilgub DKI 2017.‎

Dukungan ini diberikan karena Pilgub DKI Jakarta bukan hanya urusan warga Ibu Kota saja tapi juga menyangkut nasib umat Islam seluruh Indonesia.

"Pilkada ini bukan hanya untuk warga Jakarta saja, tapi ini persoalan umat Islam di seluruh Indonesia," kata ‎putra Maimun Zubair, ‎Ahmad Wafi Maimun, di sebuah rumah makan, bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat, 3 Maret 2017.

Meski begitu, Wafi yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PPP Jawa Tengah ini, menyebut dukungan ini bukan sikap partainya.

"Tapi siapa yang tidak tahu kalau KH Maimun Zubair adalah tokoh PPP," katanya.

Selain itu, Wafi mengaku telah meminta seluruh santri di Pondok Pesantren Sarang, Rembang yang memiliki suara untuk Pilgub DKI agar tidak golput dan menggunakan hak pilih nya saat pencoblosan.

Bahkan, kata dia, seluruh santri asal Jakarta di pesantren yang diasuh Maimun Zubair, akan diberikan libur khusus pada saat pemungutan suara 19 April mendatang.

"Waktu putaran pertama kemarin juga kami suruh pulang. Saat itu, kami hanya berpesan agar para santri memilih Paslon yang beragama Islam. Nah, kalau sekarang ya otomatis pilih Pak Anies-Sandi," ujar Wafi.

Menurut Wafi, jumlah santri ayahnya yang memiliki KTP Jakarta memang tidak terlalu banyak. Namun, dia merasa dukungan moral tetap harus diberikan.

Sementara itu, Ketua Forum Alumni Pesantren Sarang Jabodetabek, Tony Rosyid memastikan, akan menggunakan suara mereka untuk Anies-Sandi.

"Yang tinggal di Jakarta akan diminta pilih Anies, yang di daerah penyangga akan diminta ikut mengawal proses pemilihan," ucap Tony.

Sedangkan Anies, pada kesempatan yang sama, menyampaikan terimakasih telah mendapat dukungan dari keluarga ulama besar sekaliber KH Maimun Zubair. ‎ ‎

"Ini sekaligus juga menjadi beban kami, Insyaallah kepercayaan beliau akan betul-betul kami jaga," ujar Anies.
Gaya Puan Maharani Selfie jadi Bahan Ejekan Netizen, "Berkerudung tapi Bajunya Tangan Pendek.. hadeeehh"

Gaya Puan Maharani Selfie jadi Bahan Ejekan Netizen, "Berkerudung tapi Bajunya Tangan Pendek.. hadeeehh"

"Berkerudung tapi bajunya tangan pendek...hadeeehh," tulis @riko.elf

MuslimCyber.id - Unggahan foto Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Megawati Soekarnoputri, dan Puan Maharani mendapatkan reaksi negatif dari netizen.

Lewat akun @kingsalman, Raja Arab Saudi tampak berpose untuk selfie bersama putri dan cucu presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Foto yang diunggah pada tanggal 3 Maret 2017 ini memperlihatkan ekspresi bahagia Megawati dan Puan saat berfoto bersama Raja Salman dan Presiden Jokowi.

Namun, reaksi para netizen yang membanjiri kolom komentar sangat mengejutkan.

Mereka tidak terima Raja Salman berfoto dengan pemimpin PDI Perjuangan ini.

Bahkan, beberapa dari mereka menuliskan kata-kata yang kasar.

Inilah beberapa komentar netizen yang meluapkan emosi mereka.

"D pidato bu mega bilang kalau muslim jangan jadi ke arab2an , mksdnya apa ya bu? Trus skrg minta ketemu sm raja arab selfian segala lagi.. Cie cieeeeee jilat ludah sendiri yah bu," tulis @sysbyda.

"Bayangkan seseorang pernah berkata 'Jika jadi orang Muslim, jangan seperti orang Arab' tapi malah berfoto bersamamu. Ya, dia memang anak Soekarno, tapi dia bukan Soekarno. Semoga Allah membimbingnya di dunia dan akhirat," tulis akun @devovo119 mengungkapkan keprihatinannya terhadap Megawati yang berfoto dengan Raja Salman.

"Yang Mulia, terima kasih karena telah memberikan kebaikanmu. Dia menyuruh orang-orang untuk tak menjadi seperti orang Arab. Dia sudah tahu siapa 'Arab' itu ..." tambah akun @kautsarabdat.

"Berkerudung tapi bajunya tangan pendek...hadeeehh," tulis @riko.elf

Netizen lain juga seakan tak mau ketinggalan menuliskan komentar mereka.

@burhan10: "itu tangannya itu ah sudahlah..."

@abi_sagita: "Oh My King. S.andainy Raja tahu perasaan rakyat muslim indonesia ketika melihat foto ini"

@riskasaputri_cika: "Pesannya tersirat... King salman tetep mau berbaik hati walaupun sudah dihina negaranya sama yg minta fto ntuuu positif thinking..."

Namun, ada juga yang memberikan komentar untuk meredam suasana tegang itu.

@arissia.tulip.lavendah: @alifia_xinh hargailah Raja Salman, dia punya kenangan tersendiri bersama Soekarno dimasa lampau ketika Raja Faisal berkunjung ke Indo Raja salman juga ikut, klo km bilang gitu apa dia gak kecewa? dan sama aja kita gak menghargai tamu,be gentle please.

@roy_cherbond: Mayoritas orang indo yg komen dan mayoritas yg komen orang-orang katro yg sok tau melebihi Tuhan. Dan yg komen adil atau tengah-tengah nya minoritas. Turut prihatin aja buat yg komen ngaco. Semoga jagoan kalian menang dan pak Ahok tidak jadi gubernur melainkan ketua KPK.

Pidato Megawati yang Kontroversial

Ketua Umum PDI Perjuangan ini meminta Ketua MPR Zulkifli Hasan untuk menyelesaikan masalah Pola Pembangunan Nasional Berencana pada pidato politiknya.

Selasa (10/1/2017) lalu, Megawati membicarakan tentang negara Indonesia yang demokratis.

Saat Megawati menjelaskan poin ke-Tuhan-an, ia menekankan bahwa ke-Tuhan-an adalah pondasi bangsa.

Dikutip dari Tribunnews.com, Megawati mengatakan, "Tanpa Ke-Tuhan-an bangsa ini pasti oleng. Ke-Tuhan-an yang dimaksud adalah Ke-Tuhan-an dengan cara berkebudayaan dan berkeadaban; dengan saling hormat menghormati satu dengan yang lain, dengan tetap tidak kehilangan karakter dan identitas sebagai bangsa Indonesia."

Ia pun mengutip ucapan Soekarno.

"Bung Karno menegaskan sangat jelas, kalau jadi Hindu, jangan jadi orang India. Kalau jadi Islam, jangan jadi orang Arab, kalau jadi Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini," ucap Megawati yang disambut tepuk tangan kader. (TribunWow.com/Alya Iqlima)
Ustadz Khalid Basalamah Minta Kritikan Yang Ilmiah: Ada 600 Ceramah di Youtube, Silahkan Tunjukan Kalau Ada Salah

Ustadz Khalid Basalamah Minta Kritikan Yang Ilmiah: Ada 600 Ceramah di Youtube, Silahkan Tunjukan Kalau Ada Salah


MuslimCyber.id Publik terutama umat Islam tersentak ada pengajian kok malah dilarang dan dibubarkan paksa oleh sekelompok massa yang selama ini biasa jaga gereja kalau Natalan dengan dalih menjaga toleransi. Tapi kok sesama muslim malah gak toleran?

(Baca: Gereja Dijaga, Kenapa Pengajian Dibubarkan?)

Kejadian pembubaran pengajian ini menimpa Ustadz Khalid Basalamah di Sidoarjo, Sabtu (4/3/2017) kemarin. Ini bukan kejadian pertama kali menimpa Ustadz Khalid Basalamah yang dituduh "Wahabi" dan isi ceramahnya "menebar kebencian".

(Baca: Ini Penyebab Ceramah Khalid Basalamah Ditolak di Sidoarjo)

Menanggapi berbagai penolakan ini, Ustadz Khalid Basalamah menyatakan ia terbuka terhadap koreksi jika ada sesuatu yang disampaikannya memang salah.

"Saya warga negara Indonesia, saya bukan PKI, yang disampain jelas... Hampir 600 judul ceramah Alhamdulillah semua diupload (di Youtube) bisa dilihat, cari satu-per satu, kalau ada yang salah berikan masukan kepada saya," kata Ustadz Khalid Basalamah, seperti dilansir RisalahTv, Sabtu (4/3/2017).

Ia siap meminta maaf jika terbukti salah. Tapi koreksi harus dilakukan secara jelas dan sesuai rujukan kitab.

"Saya perbaiki itu, saya minta maaf kalau saya salah.. Seorang mukmin (harus) jelas hidupnya, nggak ada neko-neko (macam-macam). Benar (maka katakan) benar, salah (ya) salah, selesai.. Gitu kan," katanya.

Ustadz Khalid Basalamah mengatakan, semua lokasi tempatnya mengisi kajian sudah diumumkan di medianya, terutama yang di Jakarta. Terbuka bagi yang mau mendatangi.

Ia juga menunjukkan kitab rujukan yang dibahas di kajiannya.

"Apanya itu dibilang memecahkan umat, takfiri lah, kapan pernah saya kafirkan orang (Muslim)?" tegasnya.

Ustadz Khalid Basalamah kemudian menyampaikan, seseorang yang diserang fitnah (tuduhan bohong), caci-maki dan hal buruk lainnya agar dibalas dengan senyum, karena menurut syariat orang yang difitnah akan menerima "transfer pahala".


Akhlak Kaum Ansor, Ada Pada Rakyat dan Pemerintah Turki

Akhlak Kaum Ansor, Ada Pada Rakyat dan Pemerintah Turki


MuslimCyber.id Menteri Urusan Agama Turkey, Syekh Muhammad Ghurmaz dalam lawatannya ke KAGEM (Pusat Pendidikan Dan Bantuan Sosial) untuk rakyat Syiria di Turkey mengatakan kepada anak-anak Syiria:

"Janganlah kalian menganggap tempat ini, rumah ini, negara ini adalah tempat kalian menumpang! Bukan, ini adalah negara kalian , ini adalah negeri kalian, bumi Turkey adalah bumi kalian...."

"Jangan kalian menganggap apa yg kami lakukan ini adalah sebuah perbuatan baik untuk kalian! Bukan, apa yang kami berikan ini adalah sebuah hasânah (Kebaikan) untuk diri kami sendiri...."

"Apa yang kami lakukan ini adalah sebuah kewajiban yang harus kami lakukan untuk saudara-saudara kami".

حقيقة، رأيت سيمات الأنصار في شعب تركيا....لا، لا، بل رأيت الأنصار في تركيا. حقا، إنها كلمات أخوية صادقة جديرة أن تكتب بماء الذهب

Begitulah akhlak kaum anshor yang diperlihatkan oleh rakyat dan pemerintah Turki yang dipimpin Presiden Erdogan.

Akhlak menolang dan jiwa persaudaraan yang dulu diperlihatkan Kaum Ansor saat menyambut Rasulullah SAW dan para sahabat yang hijrah dari Mekkah ke Madinah.

(Abu Hudzaifah)


TERUNGKAP! Inilah Alasan Raja Salman Pilih Bali Sebagai Destinasi Liburan

TERUNGKAP! Inilah Alasan Raja Salman Pilih Bali Sebagai Destinasi Liburan


MuslimCyber.id  Didampingi Wakapolri Komjen Syafruddin, Dubes Kerajaan Arab Saudi di Jakarta, Usamah bin Abdulah Asyuaibi, mengungkap alasan Rajanya memilih berlibur ke Bali bersama pangeran dan rombongan kerajaan.

Dikatakan Usamah bin Abdulah Asyuaibi, bukan soal keamanan yang jadi pilihan Raja Arab Saudi memilih Bali.

"Raja sangat yakin dan percaya akan jaminan keamanan yang diberikan oleh Polri dan TNI tidak hanya di Bali tetapi di seluruh wilayah di Indonesia ini. Serta kegembiraan rakyat Indonesia juga sangat membuat raja senang," kata Usamah bin Abdulah Asyuaibi, Sabtu, 4 Maret 2017 di Nusa Dua Bali.

Lalu apa yang jadi alasan memilih Bali? Kata dia Raja sangat suka laut. Keindahan laut di Bali sudah lama ingin ia saksikan sendiri. Karenanya selama di Bali, lanjutnya dimungkinkan akan lebih banyak menghabiskan waktunya di sejumlah pantai di Bali.

"Laut Bali sudah lama jadi keinginan raja untuk di kunjungi. Laut Bali sangat lepas, semua keindahan laut di Bali sudah lama diketahuinya dan ingin dikunjunginya," bebernya.

Dirinya tidak bisa menyebutkan laut mana saja yang akan dikunjungi oleh orang nomor satu di Arab Saudi ini.

"Saya tidak tau kemana saja Raja kami akan berkunjung. Namun hanya menyebut sangat ingin melihat laut di Bali, hanya itu," singkatnya.

Sementara itu, Komisaris Jendral Syafruddin menegaskan akan tetap menjamin keamanan selama liburan rombongan raja Arab Saudi, lima hari di Bali.

Orang nomor dua di tubuh Polri ini juga menegaskan tidak ada penutupan akses jalan umum selama tour rombongan.

"Kita tetap berikan pengamanan, tanpa mengganggu aktifitas masyarakat. Tidak penutupan jalan dan tidak ada penutupan lokasi yang dikunjungi. Tetapi kita tetap berikan pengawalan dan penjagaan," tutup Wakapolri.

Pembubaran Pengajian, Bentuk Intoleransi Beragama

Pembubaran Pengajian, Bentuk Intoleransi Beragama


MuslimCyber.id  Kedatangan Raja Salman di Indonesia menimbulkan euforia publik. Ketika bertemu tokoh–tokoh agama, banyak tokoh agama dan tokoh masyarakat menjelaskan ke Raja Salman bagaimana toleransi beragama terawat baik di Indonesia.

Namun di balik klaim kesuksesan merawat toleransi beragama masih ada juga hal–hal yang merusak toleransi beragama di Indonesia, hal ini terjadi Sabtu 4 Maret 2017 ketika sejumlah anggota Banser dan GP Ansor membubarkan pengajian di Masjid Sholahuddin Gedangan Sidoarjo yang menghadirkan ustad Khalid Basalamah.

Aksi ini sempat membuat situasi agak memanas dan hampir terjadi gesekan antar sesama ummat islam sebelum akhirnya bisa dilerai. Jika itu sampai terjadi tentunya hal ini sangat mencoreng wajah ummat islam Indonesia yang baru saja mendapat pujian oleh Raja Salman atas toleransi dan semangat ukhuwah yang ditampakkan muslim Indonesia

GP Ansor dan Banser melalui pernyataanya menyampaikan bahwa pembubaran itu dipicu ceramah ustad Khalid Basalamah yang mereka nilai tidak sesuai dengan kultur ummat islam Indonesia. Namun apapun alasannya pembubaran paksa ini tetap dinilai tidak beradab dan bentuk intoleransi ummat beragama, seharusnya jika ada perbedaan hal ini bisa dilakukan melalui dialog dan musyawarah apalagi sesama ummat islam.

Sekali lagi pembubaran sebuah pengajian yang merupakan kegiatan agama sesungguhnya sebuah praktik nyata intoleransi, anti kebhinekaan dan anti NKRI karena sudah melabrak aturan konstitusi yang menjamin kebebasan warga negara untuk beribadah.

Jika dengan ummat lain saja kita bisa bertoleransi terhadap keyakinan agama masing–masing mengapa dengan sesama ummat islam yang mungkin terdapat perbedaan pemahaman kita harus menempuh jalan kekerasan dan upaya paksa.

Namun di lain pihak terjadinya penolakan ini juga agar menjadi koreksi kepada yang bersangkutan terhadap isi dan metode dakwah yang disampaikan mungkin dinilai kurang berkenan agar tidak menyinggung kelompok lain yang memiliki perbedaan pemahaman.

Pekerjaan ummat islam di Indonesia masih sangat banyak. Untuk itu sinergi semua komponen ummat diperlukan, jangan energi kita habis hanya untuk memperdebatkan perbedaan, satu pihak acap melakukan labelling terhadap kelompok islam lainnya sementara di pihak lain merasa dirinya paling nasionalis menjaga kebhinekaan dan toleransi antar agama namun seringkali alpa dengan saudara muslimnya kemudian bertindak arogan dan mengintimidasi kelompok lainnya.

Harapan kita semua ummat islam tentunya agar ormas–ormas islam dan kelompok–kelompok islam di Indonesia tetap bisa bersatu dalam ukhuwah islamiyah meskipun terdapat perbedaan pandangan atau pemahaman namun jangan itu dijadikan alasan untuk membenci apalagi memusuhi saudara islam lainnya.

Marilah menampilkan Islam yang rahmatan lil alamin , islam yang mengedepankan moderasi dan jalan tengah (ummatan washatan) agar ummat islam di Indonesia senantiasa mendapat ridho Allah SWT kemudian bisa maju di berbagai bidang.

Sumber: sangpencerah.id/2017/03/pembubaran-pengajian-bentuk-intoleransi-beragama.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter


TELAK! NETIZEN PAPARKAN BUKTI DAN FAKTA Anies-Sandi Datang SESUAI UNDANGAN KPUD

TELAK! NETIZEN PAPARKAN BUKTI DAN FAKTA Anies-Sandi Datang SESUAI UNDANGAN KPUD


MuslimCyber.id  Linimasa media sosial Twitter pagi ini dihebohkan kabar pasangan Ahok-Djarot yang menuding pasangan Anies-Sandi terlambat datang ke rapat pleno penetapan pasangan cagub-cawagub untuk Pilkada DKI putaran kedua.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Ahok yang oleh sebagian besar pendukungnya merasa tidak bersalah karena sudah datang ke lokasi tempat rapat pleno berlangsung, menuding KPUD tidak profesional dan bahkan berani menuding pasangan Anies-Sandi datang terlambat.

Penjelasan sekaligus bantahan Ketua KPUD Sumarsono kepada dua pernyataan Ahok di atas, ternyata tak hanya isapan jempol semata.

Di lini massa twitter, bertaburan bukti bahwa Anies-Sandi tidak terlambat datang ke lokasi, justru Ahoklah yang menunggu di lokasi yang salah.

Netizen pun menertawakan tingkah pasangan Ahok-Djarot ini dengan celetukan "kamar yang tertukar".

berikut bukti-bukti tangkapan layar yang beredar di twitter.







MEMALUKAN! Ahok Tuding Anies-Sandi Terlambat, Bantahan TELAK Ketua KPUD Justru Buktikan Ahok yang SALAH

MEMALUKAN! Ahok Tuding Anies-Sandi Terlambat, Bantahan TELAK Ketua KPUD Justru Buktikan Ahok yang SALAH


MuslimCyber.id  Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno memberikan tanggapan terkait pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang meninggalkan acara rapat pleno penetapan pasangan cagub-cawagub untuk Pilkada DKI putaran kedua. Ahok-Djarot langsung angkat kaki karena merasa rapat pleno molor dari waktu seharusnya.

Menurut Sumarno, kejadian itu bukanlah keterlambatan, melainkan karena ada miskomunikasi.

"Sebenarnya bukan keterlambatan, kita kan menunggu. Kami nunggu supaya pasangan calon itu semua hadir. Ini pengantinnya kan pasangan calon ini," tutur dia di sela-sela acara yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu, 4 Maret 2017.

Sumarno sempat menanyakan soal kehadiran semua pasangan calon yang diundang itu. Informasi yang diterimanya, belum semua pasangan calon hadir. Sebab, pasangan Ahok-Djarot tidak ada di ruangan yang disiapkan KPU, yakni di ruangan VVIP.

"Saya kan nunggu di sana (ruang tunggu VVIP untuk paslon, red.). Enggak ada Pak Ahok, cuma ada Pak Anies-Sandi," kata dia.

Ternyata, Ahok-Djarot berada di ruangan lain yang bukan disiapkan oleh KPU. Karena itu, KPU tidak mengetahui pasangan Ahok-Djarot yang sebenarnya sudah hadir di hotel. "Enggak ngerti kalau sudah menunggu," ujar dia.

Dalam kondisi demikian, menurut Sumarno, antara KPU dan Ahok-Djarot itu jadi saling menunggu dalam insiden kecil itu.

"Saling menunggu. Karena beliau menunggu juga sudah agak lama, ini kok enggak dimulai-mulai, enggak profesional, itu maksud beliau juga. Padahal kami juga menunggu," kata dia.

Kemudian, secara tiba-tiba, Ahok menemui Sumarno yang sedang di ruang VVIP itu bersama pasangan Anies-Sandi. Dan, Ahok langsung bilang soal alasan kenapa acara belum juga dimulai.

"Beliau masuk dan menyatakan kenapa kok enggak dimulai, saya sudah nunggu lama. Nah, rupanya menunggunya di tempat lain. Kami kan enggak tahu," ujar dia.

Kata Sumarno, kalau memang tadi seandainya KPU tahu pasangan Ahok-Djarot sudah datang, tentu acara bisa langsung dimulai. Apalagi, pasangan calon Anies-Sandi juga sudah datang dan menunggu di ruangan VVIP yang disediakan KPU.

"Jadi tidak benar tadi dianggap bahwa kita menunggu pasangan calon nomor urut 3. Karena pasangan nomor urut 3 juga sudah hadir," tutur dia.

Sumarno menyadari barang kali pasangan Ahok-Djarot itu memiliki waktu yang padat sehingga harus juga mengejar agenda yang lain.

"Kami juga sadar, mungkin beliau-beliau sangat sibuk, jadi sesungguhnya kita saling nunggu," tutur dia.

PEMIMPIN YANG EMOSIONAL

PEMIMPIN YANG EMOSIONAL


Pemimpin Yang Emosional

By: Edriana Noerdin

Malam ini (Sabtu, 4/3/207) saya menghadiri rapat Pleno KPUD DKI Jakarta ttg penetapan hasil pilkada DKI putaran 1 dan penetapan Paslon yang akan maju pada putaran kedua di Hotel Borobudur. Ruangan tersebut sangat besar dihiasi secara meriah dengan 2 screen raksasa kiri kanan, dipenuhi oleh wartawan dan camera2 TV, dan di luar banyak sekali staff KPUD sebagai penerima tamu.

1. Sebelum acara dimulai saya menunggu di Coffee Shop dekat Flores room. Mas Anies dan Bang Sandi sudah berada diruang VIP sejak pukul 19.20 karena dlm undangan acara tsb dimulai jam 19.30.

2. Sekitar jam 19.50 rombongan Pak Ahok yang cukup banyak orangnya melintas didepan coffee shop menuju ruangan Flores room.

Dan kemudian saya berjalan pelan-pelan di belakang rombongan tersebut. Begitu rombongan pak Ahok masuk ruangan saya menuju meja penerima tamu untuk mengisi buku tamu. Sambil bertanya pada penerima tamu kenapa acara baru dimulai dan mereka mengatakan karna pak Ahok baru datang.

3. Jam 19.55 ketika saya masuk ruangan saya berpapasan dengan Pak Ahok yang sedang marah-marah sambil mengeluarkan kata-kata penuh kemarahan antara lain yang jelas saya dengar yaitu "saya mau di diskualifikasi juga ga takut", dan banyak lagi umpatan kata-kata lainnya. Suasananya sangat tegang karena pak Ahok keluar ruangan dengan penuh kemarahan, sambil tergesa-gesa dan suasana sangat kraudit karena banyak sekali wartawan yg mengikutinya. Mungkinkah ini memang cara pak Ahok untuk mendapatkan perhatian wartawan? Wallahualam....

Saya melihat pak Djarot sambil senyum-senyum dan juga anggota rombongan lainnya hanya mengikuti di belakang beliau dengan muka bingung.

4. Kemudian rombongan tersebut keluar dan naik keruangan di lantai 2, namun ada beberapa anggota rombongannya yg tidak mau ikut keatas dan tetap berkeliaran dibawah walau teman2 nya meneriaki mereka untuk naik dan kumpul di lantai 2. Saya bertanya2 kenapa pak Ahok sudah menyiapkan ruangan di lantai 2? Ruangan apakah itu?

5. Kemudian saya kedepan dan menghampiri serta menyalami Mas Anies dan Bang Sandi. Waktu itu jam menunjukkan pukul 19.55. Lalu saya bertanya kepada Mas Anies dan Bang Sandi kenapa Pak Ahok keluar sembari ngamuk marah2? Mas Anies dan Bang Sandi mengatakan tidak tahu dan juga terlihat bingung. Begitu pun tamu2 yg duduk di bangku paling depan tsb juga mengatakan pak Ahok masuk dan tiba2 keluar dengan rombongannya sambil marah2.

5. Jam 20.07, akhirnya setelah semua kehebohan tersebut berlalu, acara dimulai dengan dibuka oleh tarian Betawi lalu disusul dengan pembacaan doa dan kemudian pidato penetapan hasil pilkada putaran 1 dan pengumuman Paslon yang masuk pada putaran ke 2.

6. Acara tetap berjalan sesuai dengan susunan acara yg sudah ditetapkan dalam Undangan.

Note:

Saya sangat shock menyaksikan seorang pemimpin yang bisa begitu tiba2 meletup2 kemarahannya didepan publik hanya karena kesalahpahamannya sendiri. Bila ada berita pembenaran atas sikap pak Ahok di media saya rasa itu upaya "damage control" saja karena saya menyaksikan sendiri luapan kemarahan beliau. Pelajaran yang saya ambil dari kejadian tersebut adalah: kalau kita hidup bermasyarakat maka kita harus punya tata krama, tepo sliro dan sopan santun agar kita bisa menahan emosi dan tidak merasa selalu paling benar serta kurang sensitif pada situasi di sekeliling kita.

Semoga kita semua terhindar dari hal2 yang buruk dikemudian hari Aamiin Yaa Robbal 'alamiin..


[INTROSPEKSI] Menonjolkan Ego Kelompok, Akhirnya Kafir pada Keprok

[INTROSPEKSI] Menonjolkan Ego Kelompok, Akhirnya Kafir pada Keprok


[Introspeksi]

Sewajarnya, kajian Sunnah dengan cara Sunnah. Mengajak tanpa mengejek. Menyentuh tanpa menimpuh. Memberi ruang tanpa membuang.

Sewajarnya NU itu menghormati ulama. Semua ulama. Pendiri NU mencontohkan, menghargai perbedaan. Toleransi. Ke orang kafir toleran, kok ke sesama Muslim radikal.

Sewajarnya teriakan khilafah menyatukan bukan mengkotakkan. Teriak Khilafah tapi menyudutkan Raja Salman dan Tuan Erdogan, tentu keanehan.

Sewajarnya, aktivis dakwah membuka hati terbuka pikiran. Damai itu indah... WasShulhu khair. Damai, rukun, harmoni di internal sendiri saja susah..Jangan harap bisa mendamaikan dunia.

Nampak bukan? Islam terpojok, bukan karena Musuh Islam kuat. Namun internal umat Islam sendiri yang sibuk main tonjok. Menonjolkan ego kelompok. Akhirnya kafir pada keprok.

(Ust. Nandang Burhanudin)


Sabtu, 04 Maret 2017
Gereja Dijaga, Kenapa Pengajian Dibubarkan?

Gereja Dijaga, Kenapa Pengajian Dibubarkan?


MuslimCyber.id SIDOARJO - Acara Pengajian Sunnah dengan tema "Manajemen Rumah Tangga Islam" dengan pembicara Ustadz Khalid Basalamah di masjid Sholahuddin Gedangan Sidoarjo Jawa Timur dibubarkan paksa oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan ormas tertentu, Sabtu (4/3/2017).

Sekelompok massa tersebut meneriakkan yel-yel dipintu gerbang masjid seraya melontarkan kata-kata provokasi dan memaksa acara pengajian diberhentikan.

Massa memaksa masuk kedalam ruangan masjid dan membubarkan acara pengajian, hingga membuat jamaah menjadi panik dan berhamburan dijalan depan masjid.

Sementara pihak aparat kepolisian nampak kewalahan dalam menghalangi massa dalam jumlah besar yang membuat gaduh dan kericuhan.

Keadaan yang chaos hampir terjadi kontak fisik antara Jamaah Pengajian dengan massa yang meneriakkan kata-kata provokatif.

Ustadz Khalid Basalamah kemudian menenangkan Jamaah Pengajian agar jangan melakukan tindak kekerasan dan terprovokasi.

Untuk menenangkan situasi, Ustadz Khalid Basalamah memilih meninggalkan lokasi Pengajian dengan dikawal oleh anggota kepolisian Sidoarjo.

Ustadz Achyat Ahmad menyesalkan pembubaran ini:


***

Berikut penuturan Nikmah Sagran, seorang muslimah yang ikut pengajian, yang disampaikan di akun fb-nya atas kejadian pembubaran pengajian ini:

Ungkapan bahwa lebih sulit menghadapi orang munafik daripada orang kafir, terbukti hari ini bagiku.

Di Masjid Shalahuddin Perumahan Puri Surya Jaya, Gedangan Sidoarjo, ustadz Khalid Basalamah yang harusnya mengisi kajian jam 9-Dhuhur dirusuhi oleh sekelompok orang yang menamakan diri mereka banser ?? Benarkah mereka ini kader2 NU ?? Karena kalau diamati wajah2 orang2 ini terkesan tidak tampak bekas2 sinar wudhu diwajah mereka.

Jamaah yang hadir luar biasa banyaknya, ruangan masjid tidak cukup menampung jamaah. Pengunjung meluber sampai jalanan sekitar masjid. Banyak yang berdiri, banyak juga yang menggelar tikar plastik lebar didepan masjid. Parkir mobil penuuuh, sampai kira2 50 m dari bundaran pertama perumahan puri surya jaya. Perkiraanku sekitar 2000 orang hadir pagi ini.

Sedangkan para perusuh itu kira2 hanya 50 orang. Tapi sungguh sulit dimengerti ketika aparat petugas yang berjaga2 didepan masjid memilih untuk berpihak pada perusuh2 ini, dan mengorbankan ribuan jamaah yang hadir untuk mendengarkan kajian ustadz Khalid.

Baru 10 menit ustadz Khalid memulai kajiannya perusuh2 ini mulai ribut, teriak2 didepan masjid. Dan jamaah yang hadir menangis.....
Akupun ikut menangis ... menyaksikan ustadz Khalid yang meninggalkan masjid setelah berbicara hanya setengah jam.

Tapi Masya Allah wajah ustadz ini, baru sekali ini kusaksikan langsung, bersinar luar biasa ... tabarakallah alaih!

Jamaah yang hadir disini, yang dikatakan Wahabi, juga begitu sabar dan tenang nya... Masya Allah ...
Seandainya mereka bertahan agar ustadz Khalid tetap meneruskan tausiyah, dan terjadi keributan misalnya, jamaah 2000 orang ini pasti menang. Tapi ini tidak dilakukan. Mereka bersabar ... 
Diriku yang ngomel2, mereka katakan, sabar bu ....

Alasan yang mengada2 dibuat untuk mencegah ustadz Khalid berbicara. Wahabi ??
Mengapa kedatangan Raja Wahabi kalian sambut dengan gembira, bersalaman dan mengekspose kemana2 lalu juga dengan bangga berselfi2 dengan Raja Wahabi ???
Lalu duit Wahabi kalian nikmati dengan suka cita ??

Dzalim .. summa dzalim.

Innalillahi wainnailaihi rojiun.  

Sumber: Islamedia, Fb

Ungkapan bahwa lebih sulit menghadapi orang munafik daripada orang kafir, terbukti hari ini bagiku. Di Masjid...
Dikirim oleh Nikmah Sagran pada 3 Maret 2017
Resmikan Makam Mbah Priok Sebagai Cagar Budaya, Ahok Sehati dengan FPI?

Resmikan Makam Mbah Priok Sebagai Cagar Budaya, Ahok Sehati dengan FPI?


MuslimCyber.id Masih segar di ingatan ketika Laskar Front Pembela Islam (FPI) menghadang Satpol PP yang akan membongkar Makam Mbah Priok, karena tanah Makam Mbah Priok merupakan tanah sengketa antara PT. Pelindo dengan ahli waris Mbah Priok.

Saat itu laskar FPI berjaga-jaga di pintu gerbang menuju Makam Mbah Priok, mereka akan tetap mempertahankannya meskipun nyawa mereka sendiri yang menjadi taruhannya.

Akhirnya, Makam Mbah Priok memang tidak jadi dibongkar.

Hari ini, Sabtu 4 Maret 2017, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meresmikan makam Mbah Priok menjadi cagar budaya. Peresmian itu ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta ke Habib Abdullah Sting Alaydrus, cucu Mbah Priok atau Habib Hasan bin Muhammad al Haddad, sebagai pengelola dan ahli waris Makam Mbah Priok.

Pada pidatonya, Ahok menyebut permasalahan makam Mbah Priok sudah selesai.

"Saya merasa senang ada di sini. Saya tahu ini dulu masalah tanah, pernah Pemprov ada keributan, dan saya di luar sebagai gubernur," kata Ahok di makam Mbah Priok, Koja, Jakarta Utara.

Oleh karena itu, Ahok menegaskan masyarakat tak usah khawatir kawasan ini akan digusur atau disengketakan lagi. Sebab, makam ini sudah menjadi cagar budaya dan memiliki landasan hukum yang jelas.

"Mbah Priok sebagai situs cagar budaya, jadi dilindungi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2007," ucap Ahok.

Dengan peresmian ini, akhirnya ada satu hal yang dapat menyatukan Ahok dan FPI, yaitu Makam Mbah Priok.
Gereja Dijaga, Kenapa Pengajian Dibubarkan?

Gereja Dijaga, Kenapa Pengajian Dibubarkan?


MuslimCyber.id SIDOARJO - Acara Pengajian Sunnah dengan tema "Manajemen Rumah Tangga Islam" dengan pembicara Ustadz Khalid Basalamah di masjid Sholahuddin Gedangan Sidoarjo Jawa Timur dibubarkan paksa oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan ormas tertentu, Sabtu (4/3/2017).

Sekelompok massa tersebut meneriakkan yel-yel dipintu gerbang masjid seraya melontarkan kata-kata provokasi dan memaksa acara pengajian diberhentikan.

Massa memaksa masuk kedalam ruangan masjid dan membubarkan acara pengajian, hingga membuat jamaah menjadi panik dan berhamburan dijalan depan masjid.

Sementara pihak aparat kepolisian nampak kewalahan dalam menghalangi massa dalam jumlah besar yang membuat gaduh dan kericuhan.

Keadaan yang chaos hampir terjadi kontak fisik antara Jamaah Pengajian dengan massa yang meneriakkan kata-kata provokatif.

Ustadz Khalid Basalamah kemudian menenangkan Jamaah Pengajian agar jangan melakukan tindak kekerasan dan terprovokasi.

Untuk menenangkan situasi, Ustadz Khalid Basalamah memilih meninggalkan lokasi Pengajian dengan dikawal oleh anggota kepolisian Sidoarjo.

Ustadz Achyat Ahmad menyesalkan pembubaran ini:


***

Berikut penuturan Nikmah Sagran, seorang muslimah yang ikut pengajian, yang disampaikan di akun fb-nya atas kejadian pembubaran pengajian ini:

Ungkapan bahwa lebih sulit menghadapi orang munafik daripada orang kafir, terbukti hari ini bagiku.

Di Masjid Shalahuddin Perumahan Puri Surya Jaya, Gedangan Sidoarjo, ustadz Khalid Basalamah yang harusnya mengisi kajian jam 9-Dhuhur dirusuhi oleh sekelompok orang yang menamakan diri mereka banser ?? Benarkah mereka ini kader2 NU ?? Karena kalau diamati wajah2 orang2 ini terkesan tidak tampak bekas2 sinar wudhu diwajah mereka.

Jamaah yang hadir luar biasa banyaknya, ruangan masjid tidak cukup menampung jamaah. Pengunjung meluber sampai jalanan sekitar masjid. Banyak yang berdiri, banyak juga yang menggelar tikar plastik lebar didepan masjid. Parkir mobil penuuuh, sampai kira2 50 m dari bundaran pertama perumahan puri surya jaya. Perkiraanku sekitar 2000 orang hadir pagi ini.

Sedangkan para perusuh itu kira2 hanya 50 orang. Tapi sungguh sulit dimengerti ketika aparat petugas yang berjaga2 didepan masjid memilih untuk berpihak pada perusuh2 ini, dan mengorbankan ribuan jamaah yang hadir untuk mendengarkan kajian ustadz Khalid.

Baru 10 menit ustadz Khalid memulai kajiannya perusuh2 ini mulai ribut, teriak2 didepan masjid. Dan jamaah yang hadir menangis.....
Akupun ikut menangis ... menyaksikan ustadz Khalid yang meninggalkan masjid setelah berbicara hanya setengah jam.

Tapi Masya Allah wajah ustadz ini, baru sekali ini kusaksikan langsung, bersinar luar biasa ... tabarakallah alaih!

Jamaah yang hadir disini, yang dikatakan Wahabi, juga begitu sabar dan tenang nya... Masya Allah ...
Seandainya mereka bertahan agar ustadz Khalid tetap meneruskan tausiyah, dan terjadi keributan misalnya, jamaah 2000 orang ini pasti menang. Tapi ini tidak dilakukan. Mereka bersabar ... 
Diriku yang ngomel2, mereka katakan, sabar bu ....

Alasan yang mengada2 dibuat untuk mencegah ustadz Khalid berbicara. Wahabi ??
Mengapa kedatangan Raja Wahabi kalian sambut dengan gembira, bersalaman dan mengekspose kemana2 lalu juga dengan bangga berselfi2 dengan Raja Wahabi ???
Lalu duit Wahabi kalian nikmati dengan suka cita ??

Dzalim .. summa dzalim.

Innalillahi wainnailaihi rojiun.  

Sumber: Islamedia, Fb

Ungkapan bahwa lebih sulit menghadapi orang munafik daripada orang kafir, terbukti hari ini bagiku. Di Masjid...
Dikirim oleh Nikmah Sagran pada 3 Maret 2017
Gelar Debat? DR Zakir Naik Siap Berdakwah ke Non-Muslim di Indonesia

Gelar Debat? DR Zakir Naik Siap Berdakwah ke Non-Muslim di Indonesia


MuslimCyber.id Bersamaan dengan kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Indonesia, Ulama terkenal asal India, DR Zakir Naik juga telah tiba di Indonesia.

Dai agama Islam internasional yang juga pakar kristologi dunia ini tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 18:15 WIB Rabu (1/3). Dia disambut baik oleh masyarakat Indonesia, baik selama di bandara hingga jamuan makan malam.

DR Zakir Naik akan menjalankan Safari Dakwah Islam insya Allah akan dilaksanakan mulai tanggal 31 Maret sampai dengan 9 April 2017 mendatang. Demikian pernyataan resmi panitia acara ‘Dr Zakir Naik Visit Indonesia 2017’ yang diterima redaksi Jumat (3/3/2017).

“Alhamdulillah beliau berkenan berkoordinasi dan berkunjung ke Indonesia untuk memberikan dakwahnya kepada umat muslim dan non-muslim di Indonesia,” kata Budhi Seiawan, Humas Panitia Persiapan Zakir Naik Visit Indonesia 2017, Jumat (3/3/2017).

Salah seorang panitia acara ‘Dr Zakir Naik Visit Indonesia 2017’, Bukhari Wahid menegaskan bahwa kunjungan dai asal Mumbai, India ini ke Jakarta hingga safari beliau selama beberapa hari di Indonesia mendatang, bukan karena ada pihak yang mengundang tapi atas keinginan pribadi beliau.

“Perlu kami tegaskan bahwa Dr Zakir Naik ke Indonesia kali ini serta kegiatan safari dakwah mendatang, murni atas keinginan pribadi beliau bukan karena ada pihak yang mengundang. Dan perlu dicatat juga, selama kegiatan safari dakwah beliau nanti, beliau sama sekali tidak dibayar dan tidak ada unsur komersialisasi,” ungkap Bukhari.

Dr Zakir Naik direncanakan untuk melakukan dakwah di beberapa tempat, diantaranya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo.

Sejak tiba di Indonesia, ulama kondang ini telah bertemu dengan Pimpinan Majelis Zikir Az Zikra Ustaz Muhammad Arifin Ilham.


Tengku Zulkarnain: Sekarang Ulama Ceramah Dipersulit Izin, Dijaga Petugas, Direkam dan Dicari-cari Kekeliruannya

Tengku Zulkarnain: Sekarang Ulama Ceramah Dipersulit Izin, Dijaga Petugas, Direkam dan Dicari-cari Kekeliruannya


Tengku Zulkarnain: Umat Harus Waspada Terhadap Oknum yang Menyusup Bertujuan Memeceh Belah Islam dari dalam

Tengku Zulkarnain: Umat Harus Waspada Terhadap Oknum yang Menyusup Bertujuan Memeceh Belah Islam dari dalam


DPRD Tolak Ahok, Fadli Zon: Saya Juga Tidak Mau Rapat dengan Terdakwa

DPRD Tolak Ahok, Fadli Zon: Saya Juga Tidak Mau Rapat dengan Terdakwa

MuslimCyber.id - Relasi eksekutif dan legislatif di DPRD DKI Jakarta kembali memanas. Itu dipicu karena sejumlah legislator ogah melakukan rapat dengan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Mereka menolak Ahok aktif memimpin Ibu Kota.

Menurut Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, pemerintah harus segera mengambil sikap dengan reaksi para wakil rakyat di DPRD DKI."Presiden maupun Mendagri kok seolah-olah melindungi seorang terdakwa yang sudah jelas harusnya diberhentikan tapi tidak diberhentikan. Itu saja, itu aneh," jelas Fadli di Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/2).

Fadli juga mengaku emoh rapat dengan Ahok jika berstatus sebagai anggota DPRD. Alasannya, dia tidak ingin rapat dengan seorang terdakwa.

"Ya saya juga kalau jadi anggota DPRD di DKI, saya akan tolak. Masa rapat sama terdakwa?" jelas Fadli.

Sementara Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana menyebut penolakan tersebut bukanlah bentuk boikot. Menurutnya, DPRD DKI hanya menunggu surat tertulis dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai bentuk kejelasan status Ahok.

"Bukan boikot ya, karena kita menunggu kejelasan status saja. Kalau Mendagri mengeluarkan surat tertulis terkait status Pak Basuki, nah itu ya kita akan lebih enak gitu melakukan raker," kata Triwisaksana (Sani) kepada di kantornya di gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (20/2).(prs/rmol/mam/JPG)
Fadli Zon: Bila Jadi Anggota DPRD, Saya Tolak Rapat Bareng Ahok

Fadli Zon: Bila Jadi Anggota DPRD, Saya Tolak Rapat Bareng Ahok

MuslimCyber.id, Jakarta - Sejumlah fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta menolak kembali aktifnya Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI dan tidak bersedia melakukan rapat bersama eksekutif. Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Muhammad 'Ongen' Sangaji menyarankan Ahok menggunakan hak diskresi sebagai gubernur.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai diskresi diatur dalam hal-hal tertentu. "Diskresi kan juga diatur dalam hal-hal tertentu. Justru yang aneh ini menurut pemerintah, Presiden, maupun Mendagri, kok seolah-olah melindungi seorang terdakwa yang sudah jelas harusnya diberhentikan tapi tidak diberhentikan. Itu saja. Itu aneh," jelas Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/2/2017).

Berdasarkan Pasal 1 angka 9 UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, diskresi adalah keputusan dan/atau tindakan yang ditetapkan dan/atau dilakukan oleh pejabat pemerintahan untuk mengatasi persoalan konkret yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam hal peraturan perundang-undangan yang memberikan pilihan, tidak mengatur, tidak lengkap atau tidak jelas, dan/atau adanya stagnasi pemerintahan.

Fadli juga mengaku emoh rapat dengan Ahok jika berstatus sebagai anggota DPRD. Alasannya, dia tidak ingin rapat dengan seorang terdakwa.

"Ya saya juga kalau jadi anggota DPRD di DKI, saya akan tolak. Masak rapat sama terdakwa?" jelas Fadli.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana menyebut penolakan tersebut bukanlah bentuk boikot. Menurutnya, DPRD DKI hanya menunggu surat tertulis dari Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk kejelasan status Ahok.

"Bukan boikot ya, karena kita menunggu kejelasan status saja. Kalau Mendagri mengeluarkan surat tertulis terkait status Pak Basuki, nah itu ya kita akan lebih enak gitu melakukan raker," kata Triwisaksana (Sani) kepada detikcom di kantornya, gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (20/2).
(dkp/dnudetik)
Pengamat: Ahok Jangan Manfaatkan Kedudukan dan Posisinya untuk Terus Melakukan Kebohongan

Pengamat: Ahok Jangan Manfaatkan Kedudukan dan Posisinya untuk Terus Melakukan Kebohongan

MuslimCyber.id - Pengamat kebijakan publik Amir Hamzah mengingatkan pasangan Ahok-Djarot, relawan, serta pendukung mereka untuk berhenti melakukan kebohongan publik.

"Petahana juga jangan memanfaatkan kedudukan dan posisinya untuk terus melakukan kebohongan," kata Amir saat dihubungi, Jumat (3/3).

Kebohongan yang belakangan kerap diumbar petahana dan pendukungnya, di antaranya apabila Anies-Sandi menang Pilgub DKI putaran kedua, maka otomatis program Kartu Jakarta Pintar (KJP) bakal dihapus.

Padahal KJP merupakan program unggulan pemerintah pusat. Sehingga siapapun yang berkuasa di Ibukota, KJP akan tetap dilanjutkan.

Bahkan, fasilitas KJP berpotensi ditingkatkan, tergantung nominal APBD dan APBN.

Selain itu, kata Amir, bakal diberhentikannya ribuan Pekerja Harian Lepas (PHL), seperti Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Badan Air serta di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya, merupakan isu murahan.

"Kontrak ribuan PHL tidak akan diputus. Bahkan kesejahteraan mereka bakal ditingkatkan," ujar Amir. (ipk/rmol/jpnn)
DPR: Aneh, Presiden Maupun Mendagri Kok Seolah-olah Melindungi Seorang Terdakwa yang Jelas Harusnya Sudah Diberhentikan jadi Gubernur

DPR: Aneh, Presiden Maupun Mendagri Kok Seolah-olah Melindungi Seorang Terdakwa yang Jelas Harusnya Sudah Diberhentikan jadi Gubernur

MuslimCyber.id, Jakarta - Sejumlah fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta menolak kembali aktifnya Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI dan tidak bersedia melakukan rapat bersama eksekutif. Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Muhammad 'Ongen' Sangaji menyarankan Ahok menggunakan hak diskresi sebagai gubernur.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai diskresi diatur dalam hal-hal tertentu. "Diskresi kan juga diatur dalam hal-hal tertentu. Justru yang aneh ini menurut pemerintah, Presiden, maupun Mendagri, kok seolah-olah melindungi seorang terdakwa yang sudah jelas harusnya diberhentikan tapi tidak diberhentikan. Itu saja. Itu aneh," jelas Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/2/2017).

Berdasarkan Pasal 1 angka 9 UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, diskresi adalah keputusan dan/atau tindakan yang ditetapkan dan/atau dilakukan oleh pejabat pemerintahan untuk mengatasi persoalan konkret yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam hal peraturan perundang-undangan yang memberikan pilihan, tidak mengatur, tidak lengkap atau tidak jelas, dan/atau adanya stagnasi pemerintahan.

Fadli juga mengaku emoh rapat dengan Ahok jika berstatus sebagai anggota DPRD. Alasannya, dia tidak ingin rapat dengan seorang terdakwa.

"Ya saya juga kalau jadi anggota DPRD di DKI, saya akan tolak. Masak rapat sama terdakwa?" jelas Fadli.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana menyebut penolakan tersebut bukanlah bentuk boikot. Menurutnya, DPRD DKI hanya menunggu surat tertulis dari Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk kejelasan status Ahok.

"Bukan boikot ya, karena kita menunggu kejelasan status saja. Kalau Mendagri mengeluarkan surat tertulis terkait status Pak Basuki, nah itu ya kita akan lebih enak gitu melakukan raker," kata Triwisaksana (Sani) kepada detikcom di kantornya, gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (20/2).
(dkp/dnu)
Pengamat Ingatkan Pasangan Ahok-Djarot dan Pendukungnya untuk Berhenti Membohongi Publik

Pengamat Ingatkan Pasangan Ahok-Djarot dan Pendukungnya untuk Berhenti Membohongi Publik

MuslimCyber.id - Pengamat kebijakan publik Amir Hamzah mengingatkan pasangan Ahok-Djarot, relawan, serta pendukung mereka untuk berhenti melakukan kebohongan publik.

"Petahana juga jangan memanfaatkan kedudukan dan posisinya untuk terus melakukan kebohongan," kata Amir saat dihubungi, Jumat (3/3).

Kebohongan yang belakangan kerap diumbar petahana dan pendukungnya, di antaranya apabila Anies-Sandi menang Pilgub DKI putaran kedua, maka otomatis program Kartu Jakarta Pintar (KJP) bakal dihapus.

Padahal KJP merupakan program unggulan pemerintah pusat. Sehingga siapapun yang berkuasa di Ibukota, KJP akan tetap dilanjutkan.

Bahkan, fasilitas KJP berpotensi ditingkatkan, tergantung nominal APBD dan APBN.

Selain itu, kata Amir, bakal diberhentikannya ribuan Pekerja Harian Lepas (PHL), seperti Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Badan Air serta di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya, merupakan isu murahan.

"Kontrak ribuan PHL tidak akan diputus. Bahkan kesejahteraan mereka bakal ditingkatkan," ujar Amir. (ipk/rmol/jpnn)
Ini Penyebab Ceramah Khalid Basalamah Ditolak di Sidoarjo

Ini Penyebab Ceramah Khalid Basalamah Ditolak di Sidoarjo

GP Ansor Sidoarjo dan Kapolresta Kombes Pol Muh Anwar Nasir

MuslimCyber.id  Sidoarjo - Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Jawa Timur H. Rizza Ali Faizin menilai ceramah Khalid Basalamah menjelek-jelekkan aliran tertentu. Hal itulah yang tidak diinginkan GP Ansor karena tindakan semacam itu menimbulkan permusuhan di masyarakat.


Menurut dia, terkait pengajiannya sendiri, GP Ansor tidak mempermasalahkan. Karena GP Ansor, termasuk warga NU juga melakukan pengajian. Namun, pengajian yang berisi mengkafirkan orang tanpa klairifikasi, sangat disesalkan.

"Yang kami sayangkan adalah penyampaian dan materinya itu cenderung mendiskreditkan aliran tertentu. Di NU dan Ansor itu selalu terbiasa klarifikasi atau tabayun. Sedangkan Khalid Basalamah itu menyatakan ini kafir, haram dan lain sebagainya. Bahkan untuk pemanggilan Sayyidina untuk Nabi Muhammad juga tidak diperbolehkan olehnya," kata Rizza.

Rizza menegaskan, setiap ceramah yang disampaikan Khalid itu selalu menimbulkan kebencian, menjelek-jelekkan pihak tertentu dan provokatif. Bahkan, Khalid sendiri juga selalu mendapatkan penolakan dari berbagai pihak di setiap daerah di Indonesia ketika ia hendak mengisi acara pengajian.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Muh Anwar Nasir, sebelumnya sudah mengingatkan panitia agar Khalid Basalamah tidak dihadirkan, karena ada penolakan. Namun, Anwar juga tidak melarag karena negara sudah menjamin semua warga untuk melaksanakan kegiatan agama. Ketika ada reaksi penolakan dan atas dasar keamanan, agar acaranya ditunda dulu.

"Ke depan, kami akan melakukan silaturahim lebih baik lagi agar tidak terjadi hal yang sama karena miskomunikasi," pungkasnya.

Sekadar diketahui, anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Sidoarjo, Jawa Timur, melakukan aksi penolakan dan meminta pemateri pengajian, Khalid Basalamah tidak melanjutkan ceramahnya. Khalid Basalamah saat itu sedang ceramah pada acara tabligh akbar yang diadakan Takmir Masjid Shalahuddin di wilayah Gedangan Sidoarjo, Sabtu, 4 Maret 2017.

Sekadar diketahui juga, Khalid Basalamah dalam sebuah pengajiannya yang dishare di YouTube tidak membolehkan membaca surah Yaasin yang ditentukan pada tiap malam Jumat. Menurut dia, hal semacam itu tidak diajarkan Nabi Muhammad SAW. Sebuah ibadah harus ada dalilnya. Ia juga menyebutkan dalam shalat itu tidak mesti menggunakan lafal “ushalli”. Selain itu, kata “sayyidna” tidak semestinya disematkan kepada Nabi Muhammad SAW karena tidak ada dalilnya. Padahal semua itu telah menjadi kebiasaan di kalangan Muslim Indonesia.

Penulis: Moh Kholidun/Abdullah Alawi
Sumber: www.nu.or.id/post/read/75865/ini-penyebab-ceramah-khalid-basalamah-ditolak-di-sidoarjo-

Ironis! Pembubaran Pengajian Bentuk Intoleransi Beragama

Ironis! Pembubaran Pengajian Bentuk Intoleransi Beragama



Kedatangan Raja Salman di Indonesia menimbulkan euforia publik, ketika bertemu tokoh – tokoh agama banyak tokoh agama dan tokoh masyarakat menjelaskan ke Raja Salman bagaimana toleransi beragama terawat baik di Indonesia.
Namun dibalik kesuksesan merawat toleransi beragama masih ada juga hal – hal yang merusak toleransi beragama di Indonesia, hal ini terjadi tadi pagi Sabtu 4/3/2017 ketika sejumlah anggota Banser dan GP Ansor membubarkan pengajian di Masjid Sholahuddi Gedangan Sidoarjo yang menghadirkan ustad khalid basalamah.
Aksi ini sempat membuat situasi agak memanas dan hampir terjadi gesekan antar sesama ummat islam sebelum akhirnya bisa dilerai, jika itu sampai terjadi tentunya hal ini sangat mencoreng wajah ummat islam Indonesia yang baru saja mendapat pujian oleh Raja Salman atas toleransi dan semangat ukhuwah yang ditampakkan muslim Indonesia
GP ansor dan Banser melalui pernyataanya menyampaikan bahwa pembubaran itu dipicu ceramah ustad khalid basalamah yang mereka nilai tidak sesuai dengan kultur ummat islam Indonesia namun apapun alasannya pembubaran paksa ini tetap dinilai tidak beradab dan bentuk intoleransi ummat beragama, seharusnya jika ada perbedaan hal ini bisa dilakukan melalui dialog dan musyawarah apalagi sesama ummat islam.
Jika dengan ummat lain saja kita bisa bertoleransi terhadap keyakinan agama masing – masing mengapa dengan sesama ummat islam yang mungkin terdapat perbedaan pemahaman kita harus menempuh jalan kekerasan dan upaya paksa.
Namun di lain pihak terjadinya penolakan ini juga agar menjadi koreksi kepada yang bersangkutan terhadap isi dan metode dakwah yang disampaikan mungkin dinilai kurang berkenan agar tidak menyinggung kelompok lain yang memiliki perbedaan pemahaman.
Harapan kita semua ummat islam tentunya agar ormas – ormas islam dan kelommpok kelompok islam di Indonesia tetap bisa bersatu dalam ukhuwah islamiyah meskipun terdapat perbedaan pandangan atau pemahaman namun jangan itu dijadikan alasan untuk membenci apalagi memusuhi saudara islam lainnya.
sumber : sangpencerah


Jalan Gatot Subroto Kebanjiran, Ahok Salahkan Kulit Kabel

Jalan Gatot Subroto Kebanjiran, Ahok Salahkan Kulit Kabel

MuslimCyber.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah mengetahui penyebab munculnya genangan di sejumlah jalan yang sebelumnya sudah bebas dari banjir di Jakarta. Kulit kabel, menurutnya, lagi-lagi menjadi penyebab.

Setelah diselidiki, sumbatan-sumbatan di jalan di Jakarta, salah satunya di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, disebabkan oleh adanya kabel listrik. Kabel listrik menghambat saluran air di gorong-gorong.

"Ditemukan lagi sumbatan kabel-kabel listrik. Kulit kabel ketemu lagi di daerah Gatot Subroto," kata Ahok kepada wartawan di Makam Mbah Priok, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (4/3/2017).

Kabel-kabel itu kembali ditemukan setelah pasukan oranye terjun untuk mengecek lokasi rawan genangan. Setelah dibongkar, puluhan meter kulit kabel ditemukan di gorong-gorong di kawasan Gatot Subroto.

Sebelumnya Ahok memang sengaja mencari tahu penyebab munculnya genangan itu. Penyelidikan itu dilakukan karena Ahok merasa heran atas munculnya genangan di lokasi yang sudah bebas dari banjir.

"Saya lagi selidiki, misalnya (Jalan) Gatot Subroto nggak pernah tergenang, masak tergenang. ITC Fatmawati, dulu sudah pernah tergenang, gara-gara ada sumbatan ban bekas dan palang lalu lintas dan semen. Kita bongkar, sejak itu ITC nggak pernah lagi tergenang. Kemarin tergenang lagi (ITC Fatmawati). Makanya saya suruh cari sumbatan apa lagi ini," kata Ahok, Jumat (3/3).

Sampah kulit kabel ini tahun lalu juga menjadi penyebab banjir di wilayah protokol Ibu Kota. Saat itu Ahok curiga ada kesengajaan pihak-pihak tertentu untuk menghambat aliran air di got sehingga memicu banjir. (detik)
Jubir AHY: Saat Dukung Ahok Maka Menguatkan Jokowi, Ingatlah Fitnah yang Ditujukan Pada SBY

Jubir AHY: Saat Dukung Ahok Maka Menguatkan Jokowi, Ingatlah Fitnah yang Ditujukan Pada SBY



Rachland Nashidik, juru bicara Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, menilai dukungan untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat sama dengan memantapkan posisi Presiden Joko Widodo.
Posisi yang dimaksud adalah jika Jokowi kembali mencalonkan diri pada Pilpres 2019 mendatang.
"Mendukung Ahok (sapaan Basuki) berarti menguatkan posisi Jokowi pada Pilpres mendatang yang tinggal dua tahun lagi," kata Rachland saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/3/2017) sore.
Selain itu, kata Rachland, Agus-Sylvi  tidak akan lupa pada kampanye hitam yang ditujukan pada mereka saat putaran pertama Pilkada DKI Jakarta yang lalu.
Kampanye hitam yang dimaksud adalah soal dugaan keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga ayah Agus, terkait pandangan sikap keagamaan MUI yang menjerat Basuki pada kasus dugaan penodaan agama.
"Ingatlah bagaimana fitnah dan tuduhan pada SBY dilancarkan bertubi-tubi untuk menggerus elektabilitas AHY yang memuncaki sebagian besar survei sampai Januari. SBY dituding anti-kebhinekaan, bekerja sama dengan FPI, membiayai demo umat Islam, dan berkonspirasi dengan KH Ma'ruf Amin untuk menjegal Ahok," kata Rachland.
Menjelang putaran kedua Pilkada DKI 2017, Rachland menyerahkan pilihan pada masing-masing pendukung Agus-Sylvi.
Sebelumnya, politikus Partai Demokrat, Roy Suryo, mengatakan bahwa kemungkinan besar mereka akan nonblok, atau tidak mendukung kubu manapun
Pilih Relawan 
Ketua Bidang Media Sosial Tim Pemenangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, Roy Suryo, menyampaikan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan deklarasi dukungan dari relawan Agus-Sylvi kepada pasangan calon tertentu pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.
Sebagian relawan Agus-Sylvi telah menyatakan dukungannya untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, sedangkan sebagian lainnya mendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
"Selama itu tidak mengatasnamakan tim pemenangan dan bukan selaku suara resmi dari Partai Demokrat sendiri," kata Roy saat dihubungi Kompas.com pada Jumat (3/3/2017) pagi.
Menurut Roy, sikap resmi tim pemenangan Agus-Sylvi hanya akan disampaikan oleh Ketua Tim Pemenangan Agus-Sylvi, Nachrowi Ramli, atau Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Penyampaian sikap resmi ini disebut masih menunggu penetapan pasangan calon putaran kedua oleh KPUD DKI Jakarta.
"Maksimal (penentuan sikap resmi) besok. Artinya kami menghormati secara hukum hasil dari KPUD, meskipun secara de facto Mas Agus sudah mengaku kalah dan mengucapkan selamat kepada Pak Basuki-Djarot dan Pak Anies-Sandiaga," tutur Roy.
Sikap para relawan ini dinilai Roy tidak terikat dengan sikap partai politik pengusung Agus-Sylvi.
Terlebih, selain Partai Demorkat, ada tiga partai politik lain yang tergabung dalam koalisi pengusung Agus-Sylvi, yaitu PPP, PKB, dan PAN.
sumber : wartakota

Mengejutkan! Ternyata ini alasan Raja Salman pilih Bali jadi destinasi liburan

Mengejutkan! Ternyata ini alasan Raja Salman pilih Bali jadi destinasi liburan



Didampingi Wakapolri Komjen Syafruddin, Dubes Kerajaan Arab Saudi di Jakarta, Usamah bin Abdulah Asyuaibi, mengungkap alasan Rajanya memilih berlibur ke Bali bersama pangeran dan rombongan kerajaan.

Dikatakan Usamah bin Abdulah Asyuaibi, bukan soal keamanan yang jadi pilihan Raja Arab Saudi memilih Bali. 

"Raja sangat yakin dan percaya akan jaminan keamanan yang diberikan oleh Polri dan TNI tidak hanya di Bali tetapi di seluruh wilayah di Indonesia ini. Serta kegembiraan rakyat Indonesia juga sangat membuat raja senang," kata Usamah bin Abdulah Asyuaibi, Sabtu (4/3) di Nusa Dua Bali.

Lalu apa yang jadi alasan memilih Bali? Kata dia Raja sangat suka laut. Keindahan laut di Bali sudah lama ingin ia saksikan sendiri. Karenanya selama di Bali, lanjutnya dimungkinkan akan lebih banyak menghabiskan waktunya di sejumlah pantai di Bali.

"Laut Bali sudah lama jadi keinginan raja untuk di kunjungi. Laut Bali sangat lepas, semua keindahan laut di Bali sudah lama diketahuinya dan ingin dikunjunginya," bebernya.

Dirinya tidak bisa menyebutkan laut mana saja yang akan dikunjungi oleh orang nomor satu di Arab Saudi ini.

"Saya tidak tau kemana saja Raja kami akan berkunjung. Namun hanya menyebut sangat ingin melihat laut di Bali, hanya itu," singkatnya.

Sementara itu, Komisaris Jendral Syafruddin menegaskan akan tetap menjamin keamanan selama liburan rombongan raja Arab Saudi, lima hari di Bali.

Orang nomor dua di tubuh Polri ini juga menegaskan tidak ada penutupan akses jalan umum selama tour rombongan.

"Kita tetap berikan pengamanan, tanpa mengganggu aktifitas masyarakat. Tidak penutupan jalan dan tidak ada penutupan lokasi yang dikunjungi. Tetapi kita tetap berikan pengawalan dan penjagaan," tutup Wakapolri.


sumber : merdeka


Breaking News
Loading...
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 Muslim Cyber All Right Reserved